Asa Kita Sama
Kita memang tak pernah jumpa
Tapi kuyakin asa kita sama
Jadi harapan dan kebanggaan orang tua
Ataukah kau pilih jalan yang hina
Abai dan lalai akan bahagia dan harapnya
Tahukah kau malam-mlaam panjang yang dilalui keduanya
Terkejut karena tangisan tengah malammu
Dunia mereka berpusar pada dirimu
Engkau, yang jadi cahaya matanya
Jika kau tahu
Sebelas dari sepuluh pintanya pasti kau mahu
Jika kau jaga
Takkan pudar pesona jiwamu sepanjang masa
Sampai kau dan aku di sini.
Kau dan aku sama
Kita pribadi yg dicinta.
Untuk tunas-tunas kebangkitan Indonesia
-Oleh Elfa Yanti, “Seribu Hari Menuju Sarjana, 2007”
blog comments powered by Disqus
